Potensi Bakteri Simion Sayap sebagai Agens Pengendali Hayati Penyakit Rebah Semai (Sclerotium rolfsii) Pada Tanaman Kedelai secara In Vitro
Potential of Termite Symbiotic Bacteria as Biological Control Agents for Seedling Damping-Off Disease (Sclerotium Rolfsii) in Soybean Plants In Vitro
Keywords:
Agens hayati, bakteri simbion, kedelai, rayap, rebah semaiAbstract
Bakteri simbion rayap memiliki potensi sebagai agens pengendali hayati yang belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bakteri simbion rayap sebagai agens hayati pengendali penyakit rebah semai (Sclerotium rolfsii) pada tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di laboratorium perlindungan tanaman, laboratorium biosains dan kebun inovasi Politeknik Negeri Jember selama 4 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali yaitu : P1 patogen Sclerotium rolfsii (S. rolfsii) sebagai kontrol negatif, P2: patogen S. rolfsii dengan IR1A1, P3: patogen S. rolfsii dengan IR1A4, P4: patogen S. rolfsii dengan IR1A6, P5: patogen S. rolfsii dengan dengan IR4D2, dan P6: patogen S. rolfsii terhadap kontrol positif fungisida berbahan aktif Piraklostrobin dengan dosis 0,25ml/l. Tahap penelitian yaitu dimulai dari isolasi bakteri simbion rayap, uji skrining antagonis, uji hipersensitif dan uji antagonis secara in vitro. Dari hasil pengujian empat isolat menunjukkan kemampuan menghambat patogen S.rolfsii. Isolat tersebut adalah IR1A1, IR1A4, IR1A6, dan IR4D2. Penghambatan S.rolfsii berkisar antara 28,97-
95,79% secara in vitro. Isolat bakteri paling efektif menekan patogen dan mampu melampaui perlakuan fungisida adalah isolat IR1A6 yang memiliki penghambatan hingga 95,79%.
References
Aditiya, D. R. (2021). Herbisida: Risiko terhadap Lingkungan dan Efek Menguntungkan. Sainteknol: Jurnal Sains Dan Teknologi, 19(1), 6–10. Anam, K. (n.d.). Enkapsulasi Benih Kedelai Dengan Beberapa Bahan Pembawa Yang Mengandung Actinomycetes Untuk Mengendalikan Penyakit Rebah Kecambah (Sclerotium rolfsii Sacc). Fakultas Pertanian.
Arriani, I. F. (2019). Pemanfaatan Bakteri Antagonis Lumpur Sidoarjo Untuk Menekan Sclerotium Rolfsiisacc. Penyebab Penyakit Rebah Semai Pada Tanaman Kedelai. Viabel: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian, 13(1), 11–20.
Blanton, A. G., Perkins, S., & Peterson, B. F. (2023). In vitro assays reveal inherently insecticide-tolerant termite symbionts. Frontiers in Physiology, 14, 1134936.
Bonaterra, A., Badosa, E., Daranas, N., Francés, J., Roselló, G., & Montesinos, E (2022). Bacteria as biological control agents of plant diseases. Microorganisms, 10(9), 1759.
Dinata, G. F. (2018). Potensi bakteri dari serasah tanaman kopi di UB forest untuk mengendalikan penyakit busuk pangkal batang (Fusarium oxysporum f. sp. cepae) pada tanaman bawang merah. UniversitasBrawijaya.
Dinata, G. F., Ariani, N., Purnomo, A., & Aini, L. Q. (2021). Pemanfaatan Biodiversitas Bakteri Serasah Kopi Sebagai Solusi Pengendali P enyakit Moler Pada Bawang Merah. Jurnal Hama Dan Penyakit Tumbuhan, 9(1), 28–34.
Fajrin, M. N., & Suharjono, S. (2013). Potensi Trichoderma sp. sebagai agen pengendali Fusarium sp. patogen tanaman strawberry (Fragaria sp.). Biotropika: Journal of Tropical Biology, 1(4),177–181.
Fanani, A. K., Abadi, A. L., & Aini, L. Q. (2015). Eksplorasi bakteri patogen pada beberapa spesies tanaman kanton semar (Nepenthes s p.). Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan), 3(3), 104-110.
Fitriana, Y., Tampubolon, D. A. T., Suharjo, R., Lestari, P., & Swibawa, I. G. (2022). Lysinabacillus fusiformis and Paenibacillus alvei obtained from the internal of nasutitermes termites revealed their ability as antagonist of plant pathogenic fungi. The Plant Pathology Journal, 38(5), 449.
Herdiyantoro, D., Setiawati, M. R., & Simarmata, T. (2022). Reaksi hipersensitif daun tembakau oleh isolat bakteri pelarut kalium pada praformulasi pupuk hayati. Soilrens, 20(2), 72–77.
Herliyana, E. N., Jamilah, R., Taniwiryono, D., & Firmansyah, A. (2013). uji in-vitro pengendalian hayati oleh Trichoderma spp. terhadap Ganoderma yang Menyerang Sengon. Jurnal Silvikultur Tropika, 4(3), 190–195.
Köhl, J., Kolnaar, R., & Ravensberg, W. J. (2019). Mode of action of microbial biological control agents against plant diseases: relevance beyond efficacy. Frontiers in Plant Science, 10, 845.
Kvitko, B. H., & Collmer, A. (2023). Discovery of the Hrp type III secretion system in phytopathogenic bacteria: how investigation of hypersensitive cell death in plants led to a novel protein injector system and a world of inter- organismal molecular interactions within plant cells. Phytopathology®, 113(4), 626–636.
Madilana, R. N., Wijayanti, D. P., & Sabdono, A. (2018). Bakteri Simbion Karang Porites dari Perairan Gunungkidul, Yogyakarta dan Aktivitas Antibakteri terhadap Bakteri Patogen Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Buletin Oseanografi Marina, 7(1), 43. https://doi.org/10.14710/buloma.v7i1.19 044
Moreno, R., & Rojo, F. (2023). The importance of understanding the regulation of bacterial metabolism. Environmental Microbiology, 25(1), 54–58. https://doi.org/10.1111/1462-2920.16123
Munawara, W., & Haryadi, N. T. (2020). Induksi ketahanan tanaman kedelai (Glycine max (L.) merril) dengan cendawan endofit Trichoderma harzianum dan Beauveria bassiana untuk menekan penyakit busuk pangkal batang (Sclerotium rolfsii). Jurnal Pengendalian Hayati, 3(1), 6–13.
Saputra, A., Prihatiningsih, N., Djatmiko, H. A., & Kurniawan, D. W. (2024). Isolation, Characterization, and Selection of Bacillus sp. from Shallot Rhizosphere that Inhibits Fusarium oxysporum Growth. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 28(1), 27. https://doi.org/10.22146/jpti.89634
Sari, N. K., Muhibuddin, A., & Syibâ, M. A. (2019). Aplikasi Metode Cawan Nutrisi Menggunakan Kombinasi Jarak Pagar Dan Lamtoro Gung Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Kedelai Dalam Kondisi Endemis Sclerotium Rolfsii Sacc. dan Stress Mangan (Mn).Jurnal HPT (Hama
Penyakit Tumbuhan), 7(1).
Suryanti, I. A. P., Ramona, Y., & Proborini, M. W. (2015). Isolasi dan identifikasi jamur penyebab penyakit layu dan antagonisnya pada tanaman kentang yang dibudidayakan di Bedugul, Bali.
Wang, H., Liu, R., You, M. P., Barbetti, M. J., & Chen, Y. (2021). Pathogen biocontro using plant growth-promoting bacteria (PGPR): Role of bacterial diversity.
Microorganisms, 9(9), 1988.Yanti, Y. (2019). Peranan Rizobakteri dalam Menunjang Pertanian yang Berkelanjutan. Perspektif Pertanian Tropika Basah: Potensi Dan Tantangannya Dalam Rangka Pertanian Berkelanjutan, 289.
Downloads
Submitted
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Gontor Agrotech Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











