Efikasi Herbisida Parakuat Diklorida terhadap Gulma di Perkebunan Kopu Tanaman belum Menghasilkan

Efficacy of Paraquat Dichloride Herbicide Against Weeds in Immature Coffee Plantation

Authors

  • Resti Puspa Ketika Sari Politeknik Negeri Lampung, Jl. Soekarno Hatta No.10, Rajabasa Raya, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
  • Hidayat Pujisiswanto Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No. 1, Gedong Meneng, Bandar Lampung

Keywords:

Gulma, herbisida, kopi, parakuat diklorida

Abstract

Pengujian daya kendali herbisida parakuat diklorida dalam menekan pertumbuhan gulma pada budidaya tanaman kopi belum menghasilkan dilakukan di Sumber Jaya, Lampung Barat pada Mei-Agustus 2023. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis efektif parakuat diklorida serta mengetahui fitotoksisitasnya terhadap tanaman kopi. Perlakuan terdiri dari 5 taraf dosis parakuat
diklorida yaitu 276 g ha-1 (B1); 414 g ha-1 (B2); 552 g ha-1 (B3); 690 g ha-1 (B4); dan 828 g ha-1 (B5) dan dibandingkan dengan  perlakuan penyiangan manual (B6) serta kontrol (tanpa pengendalian) (B7). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 pengulangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa parakuat diklorida dengan dosis 552 – 828 g ha-1 efektif dalam menekan pertumbuhan gulma total dari pertumbuhan gulma dominan Asystasia gangetica, Ageratum conyzoides, Synedrella nodiflora, Ottochloa nodosa, Paspalum conjugatum, dan Richardia brasiliensis hingga 8 minggu setelah aplikasi (MSA). Perlakuan parakuat diklorida dengan dosis 414 – 828 g ha-1 mampu mengendalikan pertumbuhan gulma A. conyzoides dan S. nodiflora hingga 8 MSA. Perlakuan parakuat diklorida dengan dosis 276 – 828 g ha-1 tidak menimbulkan gejala keracunan pada tanaman kopi belum menghasilkan.

References

Adjibode, A.G., Tougan, U.P., Youssao, A.K.I., Mensah, G.A., Hanzen, Ch., & Kountinhouin, G.B. (2015). Synedrella nodiflora (L.) Gaertn: a review on its phytochemical screening and uses in animal husbandry and medicine. International Journal of Advanced Scientific and Technical Research, 5(3), 436-443.

Amanda, S. & Rosiana, N. (2023). Analisis daya saing kopi Indonesia dalam menghadapi perdagangan kopi dunia. Forum Agribisnis, 13(1), 1-11.

Anwar, R., Suzanna, E., & Djatmiko. (2021). Pengujian efektifitas herbisida hayati di perkebunan kopi berbagai kondisi agroekologi. Jurnal Agroqua, 19(1), 33- 41.

Barus, E. (2003). Pengendalian Gulma di Perkebunan. Yogyakarta: Kanisius.

Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik KopiIndonesia. Jakarta: BPS.

Direktorat Pupuk dan Pestisida. (2012). Metode Standar Pengujian Efikasi Herbisida. Jakarta: Direktorat Sarana dan Prasarana Pertanian. Fauziah, L.K., Same, M., Sari, R.P.K., & Permatasari, N. (2023). Inventasrisaasi gulma pada perkebunan kopi rakyat di desa Tugusari, Sumber Jaya, Lampung Barat. BIOFARM Jurnal Ilmiah Pertanian, 19(2), 222-226.

Fernociari, G., Borghi, E.J.A., Vieira, M.L., Aguiar, R.L., Holtz, A.M., Filho, A.C.V., Comerio, M., de Carvalho, J.R., Xavier, A.S., Neto, V.B., & de Assis, C.H. Survey of potentially host weeds of Planococcus spp. in coffee crops. International Journal of Advanced Enginering Research and Science, 7(5), 333-337.

Firison, J., Wiryono, Brata, B., & Ishak, A. (2019). Identifikasi jenis tumbuhan bawah pada tegakan kelapa sawit dan oemanfaatannya sebagai pakan ternak sapi potong. Jurnal Litri, 25(2), 59-68.

Hawkes, T. R. (2014). Mechanisms of resistance to paraquat in plants. Pest Management Science, 70(9), 1316–1323.

Lemes, L.N., Carvalho, L.B., Souza, M.C., & Alves, P.L.C.A. (2010). Weed interfence on coffee fruit production during a four-year investigation after planting. African Journal of Agricultural Research, 5(10), 1138-1143.

Leopardi-Verde, C.L., Guzman-Gonzalez, S., Carnevali, G., de Stefano, R.D., & Tapia-Munoz, J.L. (2021). Weeds of commercial crops in Colima, Mexico. Revista Mexicana de Biodiversidad, 92, 1- 22.

Mangoensoekarjo & Soejono. (2019). Ilmu Gulma dan Pengelolaan ppada Budidaya Perkebunan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Muktamar, Z., Suksisno, & Setyowati, N. (2004). Adsorpsi dan desorpsi herbisida paraquat oleh bahan organik tanah. Jurnal Akta Agrosia, 7(1), 11-17.

Murdiono, T., Asyiah, I.N., & Pujiastuti. (2018). Types of weed and thei potentials as the host plant of parasitic nematodes in arabica and robusta coffee plant in Klibendo Banyuwangi. Bioedukasi, 16(2), 68-72.

Murti, D.A., Sriyani, N., & Utomo, S.D. (2015). Efikasi herbisida parakuat diklorida terhadap gulma umum pada tanaman ubi kayu (Manihot esculenta Crantz.). J. Agrotek Tropika, 3(3), 341-347.

Sari, R.P.K., Pujisiswanto, H., & Sudirman, A. (2023). Identifikasi gulma di perkebunan kelapa sawit rakyat tanaman belum menghasilkan (TBM).

Jurnal AGRIFOR, 22(2), 197-202.

Watts, M. (2010). Paraquat. Pennag: Pesticide Action Network Asia and the Pacific.

Downloads

Submitted

2026-07-14

Published

2024-11-27

How to Cite

Puspa Ketika Sari, R., & Pujisiswanto, H. (2024). Efikasi Herbisida Parakuat Diklorida terhadap Gulma di Perkebunan Kopu Tanaman belum Menghasilkan : Efficacy of Paraquat Dichloride Herbicide Against Weeds in Immature Coffee Plantation. Gontor Agrotech Science Journal, 10(02), 101–108. Retrieved from https://agrotech.journal.unida.gontor.ac.id/index.php/gasj/article/view/65