Pendugaan Viabilitas Benih Padi (Oryza sativa L.) dengan Uji Tetrazolium

Viability of Rice Seeds (Oryza sativa L.) Via The Tetrazolium Test

Authors

  • Wati Tri Utami Program Studi Teknologi Benih, Jurusan Pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang
  • Asih Farmia Program Studi Teknologi Benih, Jurusan Pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang
  • Suharno Suharno Program Studi Teknologi Benih, Jurusan Pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang

Keywords:

Benih, Perkecambahan, Pewarnaan, Viabilitas

Abstract

Faktor pendukung keberhasilan penanaman padi diantaranya adalah ketersediaan benih dalam jumlah yang cukup, bermutu tinggi, dan tersedia ketika dibutuhkan. Uji viabilitas benih padi secara konvensional pada umumnya memerlukan waktu cukup lama, sekitar 14 hari. Oleh karena itu, perlu dikembangkan beberapa metode uji cepat viabilitas benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pewarnaan benih padi, perbedaan viabilitas yang diuji tetrazolium konsentrasi 0,25%, dan mengetahui hubungan antara nilai viabilitas benih yang diuji kecambah dengan yang diuji tetrazolium 0,25%. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2023 di Laboratorium Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Jawa Tengah. Perlakuan yang digunakan adakah pengujian menggunakan uji kecambah langsung (uji kertas digulung dalam plastik) dan metode uji tetrazolium konsentrasi 0,25%. Benih yang digunakan adalah benih dengan waktu penyimpanan yang berbeda-beda (0, 1, 2, dan 3 bulan) untuk mendapatkan variasi vigor benih. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis visual dan deskriptif, uji t serta analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji tetrazolium dengan konsentrasi 0,25% pada benih padi Inpari 42 menghasilkan 7 pola pewarnaan yang dikelompokkan menjadi 4 pola benih viabel dan 3 pola pewarnaan benih non viabel. Pengujian tetrazolium konsentrasi 0,25% menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh signifikan dan mempunyai keeratan hubungan dengan hasil uji perkecambahan secara langsung, sehingga uji cepat dapat digunakan sebagai pengganti uji perkecambahan (konvensional) untuk skala luas.

References

AOSA/SCST. (2014). Asociation of Official Seed Analysts and Society of Commercial Seed Technologists. Rules for Tesrting Seeds. v.1. Washington DC.

BPS. (2022). Produksi Padi pada 2022 mengalami Kenaikan sebesar 1,25 juta Ton GKG. https://www.bps.go.id/pressrelease/2022/10/17/1910/pada-2022--luas-panen-padi-diperkirakan-sebesar-10-61-juta-hektare-dengan-produksi-sekitar-55-67-juta-ton-gkg.html (diakses pada 20 Februari 2023).

Dwipa, I., Muhsanati, & Wulandari, Y. (2018). Effect of Different Seed Water Content and Storage Duration on Seed Viability of Local Genotype Brown Rice Daro Merah. JERAMI (Indonesian Journal of Crop Science), 9–18.

Eviliani, U. (2016). Uji Tetrazolium untuk Kriteria Vigor Benih Cabai (Capsicum annum). in Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Fachruri, M., Muhidong, J., & Sapsal, T., M. (2019). Analisis Pengaruh Suhu dan Kelembaban Ruang terhadap Kadar Air Benih Padi di Gudang Penyimpanan PT. Sang Hyang Seri. Jurnal Teknologi Pertanian, 12(2), 136.

FranÇa, J. B., dan Krzyzanowski, F. C. (2019). Tetrazolium: an Importante Test for Physiological Seed Quality Evaluation. Journal of Seed Science, 41(3), 359–366.

Hasrawati, Mustaril, K., & Dachlan, A. (2015). Pengujian Viabilitas Benih Kacang Tanah (Arachis Hypogeae L.) pada Berbagai Lama Penyimpanan dengan Menggunakan Uji Tetrazolium. Jurnal Agrotan, 1(2), 94–107.

Insan Novita. (2000). Pendugaan Viabilitas Benih Acacia crassicarpa A. Cunn. Ex Benth. Berdasarkan Uji Perkecambahan, Tetrazolium Topografis dan Hidrogen Peroksida. in Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Kamanga, B. M., E. R. Palupi, E. Widajati, S. Ilyas. (2021). Development of seed vigor testing method using single count of radicle emergence for true seed of shallot (Allium ascalonicum B.). Internat. J. Sci. Food Agric., 5, 152–162.

Kolo, E., dan Tefa, A. (2016). Pengaruh Kondisi Simpan terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Tomat. Savana Cendana, 1(3), 112–115.

Martinez, A. C., Pluskota, W. E., Bassel, G. W., Asahina, M., Yamaguchi, S., Nonogaki, H. (2012). The mechanisms of hormonal regulation of endosperm cap-specific gene expression in tomato seeds. Seed biology in the 21st century: perspectives and new directions. The Plant Journal, 71, 575–586.

Nurzalina. (1995). Penentuan Kriteria Penilaian Viabilitas Benih Swietenia macrophylla King. Berdasarkan Pewarnaan dan Hasil Uji Cepat dengan Tetrazolium. In Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Paiva, C. T. C., Silva, J. B., Dapont, E. C., Alfes, C. Z., Carvalho, M. A. C. (2016). Qualidade Fisiológica e Sanitária de Sementes Comerciais de Alface e Repolho. Revista de Ciências Agroambientais, 14(1), 53–59.

Rahayu, Siti., Yeyen, Prestyaning., Kobarsih Mahargono. (2011). Penyimpanan Benih Padi Menggunakan Berbagai Jenis Pengemas. Jurnal Agrin, 15(1), 36–42.

Salazar, S., Quintero, J. Dan Rojas, J. (2020c). Optimalisasi Uji Tetrazolium pada Tiga Spesies Anggrek Hutan Andes. Australian Journal of Crop Science, 14(5), 822–830.

Tola, C. C., Ninacanchi, J. C. H., dan Choque, D. C. (2019). Determinacion de la Concentratracion de Tetrazolio y Tiempo de tincion adecuado para el analisis de Viabilidad en Semillas de cafe. Apthapi, 5(3), 171–1682.

Zanzibar, M., dan Naning, Y. (2003). Standar prosedur dan kunci interprestasi beberapa benih tanaman hutan berdasarkan uji cepat. Prosiding seminar hasil-hasil penelitian Balai Litbang Teknologi Perbenihan. Badan Penelitian dan Pengembangan Hutan. Departemen Kehutanan. Bogor.

Downloads

Submitted

2026-07-14

Published

2024-05-14

How to Cite

Utami, W. T., Farmia, A., & Suharno, S. (2024). Pendugaan Viabilitas Benih Padi (Oryza sativa L.) dengan Uji Tetrazolium: Viability of Rice Seeds (Oryza sativa L.) Via The Tetrazolium Test. Gontor Agrotech Science Journal, 10(01), 1–10. Retrieved from https://agrotech.journal.unida.gontor.ac.id/index.php/gasj/article/view/53

Issue

Section

Articles