Pengaruh Konsentrasi Biostimulan Azzofos Terhadap Perkecambahan Umbi Bawang Putih Varietas Lumbu Hijau Dan Lumbu Kuning

The Effect of Azzofos Biostimulant Concentration on the Garlic Bulbs Germination of Lumbu Hijau and Lumbu Kuning Varieties

Authors

  • Wika Anrya Darma Politeknik Negeri Lampung, Jl. Soekarno Hatta No.10, Rajabasa Raya, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
  • Sekar Utami Putri Politeknik Negeri Lampung, Jl. Soekarno Hatta No.10, Rajabasa Raya, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
  • Pebria Sisca Politeknik Negeri Lampung, Jl. Soekarno Hatta No.10, Rajabasa Raya, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
  • Dede Tiara Politeknik Negeri Lampung, Jl. Soekarno Hatta No.10, Rajabasa Raya, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
  • Dila Febria Politeknik Negeri Lampung, Jl. Soekarno Hatta No.10, Rajabasa Raya, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
  • Vinni Aurelia Salsabila Politeknik Negeri Lampung, Jl. Soekarno Hatta No.10, Rajabasa Raya, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
  • Elsi Wulandari Politeknik Negeri Lampung, Jl. Soekarno Hatta No.10, Rajabasa Raya, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141

Keywords:

Allium, Perkecambahan, PGPR

Abstract

Impor bawang putih terus meningkat setiap tahunnya sebagai dampak dari kurangnya produksi dalam negeri. Varietas unggul lokal seperti Lumbu Hijau dan Lumbu Kuning masih kalah saing dengan varietas impor, baik dalam segi ukuran maupun keseragaman tumbuh. Salah satu permasalahan yang dialami petani adalah masa dormansi umbi yang cukup lama, mencapai 5-6 bulan. Perendaman dalam biostimulan Azzofos diharapkan dapat memecah masa dormansi sehingga mempercepat perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi biostimulan Azzofos terbaik yang dapat meningkatkan perkecambahan umbi bawang putih varietas Lumbu Hijau dan Lumbu Kuning. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial. Faktor pertama yaitu varietas bawang putih yang terdiri dari lumbu hijau dan lumbu kuning. Faktor yang kedua yaitu konsentrasi biostimulan Azzofos yang terdiri dari konsentrasi 0, 10, 20, 30 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas lumbu kuning memiliki indeks vigor yang lebih tinggi. Sedangkan perendaman menggunakna larutan Azzofos 20 ml/L memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan

References

Afifah, N., Eny, W. & Endah, R. P. 2020. Pengembaangan uji tetrozolium sebaagai metode analisis vigor benih botani bawang merah. Jurnal Hortikultura Indonesia. 11(2): 120-130.

Bradford, K.J. 1990. A water relations analysis of seed germination rates. Plant Physiol. 94: 840-849

Campobenedetto, C., Grange, E., Mannino, G., van Arkel, J., Beekwilder, J., Karlova, R., Garabello, C., Contartese, V., & Bertea, C. M. (2020). A biostimulant seed treatment improved heat stress tolerance during cucumber seed germination by acting on the antioxidant system and glyoxylate cycle. Frontiers in Plant Science, 11, 836.

Darma, W. A., Putri, S. U., & Tiara, D. 2024. Pertumbuhan bibit jahe gajah, jahe emprit dan jahe merah pada beberapa konsentrasi biostimulan Azzofos. Jurnal Agriteknologi dan Sains. 8(2): 1-8.

du Jardin, P. 2015. Plant biostimulants: definition, concept, main categories and regulation. Sci. Hortic. 196, 3–14.

Febriani, L. Y., & Widajati, E. 2015. Evaluasi Beberapa Tolok Ukur Vigor untuk Pendugaan Perpanjangan Masa Edar Benih Padi (Oryza sativa L.). Buletin Agrohorti, 3(3), 309–315

Fitriani, D., & Prabowo, A. 2018. Evaluasi vigor benih bawang putih pada beberapa kondisi penyimpanan. Jurnal Agroteknologi Nusantara, 5(2), 45–52.

Kamil, J. 1982. Teknologi benih. Angkasa, Bandung. 227 halaman.

Meriem, S., Armita, D., Alir, R. F., & Masriany. 2021. Karakter morfologi dan fisiologi perkecambahan umbi bawang putih (Allium sativum L.) pada penyimpanan suhu rendah. Jurnal Teknosains. 15(2): 221-227.

Puspitasari, D. R., Nuraini, A., & Sumadi. 2020. Pematahan dormansi umbi bawang putih (Allium sativum L.) varietas lumbu hijau dengan perlakuan lama penyimpanan umbi pada suhu rendah dan apliaksi giberelin. Jurnal Paspalum. 8(2): 85-92.

Sari, M., & Winata, B. 2020. Karakter morfologi umbi dan pengaruhnya terhadap imbibisi air pada beberapa varietas bawang putih. Jurnal Hortikultura Indonesia. 11(2), 89–95.

Setiawan, A. N., Vistiadi, K. & Sarjiyah. 2021. Perkecambahan dan pertumbuhan bawang merah dengan direndam dalam giberelin. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 21(1): 40-50.

Solehah, P. F., & Fariyanti, A. faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi bawang putih di Indonesia. Forum Agribisnis. 14(1): 18-34.

Supardy, Adelina, E., & Made, U. 2016. Pengaruh lama perendaman dan konsentrasi Giberelin ( GA 3 ) terhadap viabilitas benih kakao (Theobroma cacao L). E-J. Agrotekbis, 2(3), 425–431.

Tiara, D., Darma, W. A., Putri, S. U., & Rahhutami, R. 2023. Pengaruh pemberian biostimulan Azzofos terhadap persemaian jahe emprit pada berbagai wadah persemaian. Journal of Horticulture Production Technology. 1(2): 112-117.

Downloads

Submitted

2026-05-12

Published

2026-01-03

How to Cite

Darma, W. A., Putri, S. U., Sisca, P., Tiara, D., Febria, D., Salsabila, V. A., & Wulandari, E. (2026). Pengaruh Konsentrasi Biostimulan Azzofos Terhadap Perkecambahan Umbi Bawang Putih Varietas Lumbu Hijau Dan Lumbu Kuning: The Effect of Azzofos Biostimulant Concentration on the Garlic Bulbs Germination of Lumbu Hijau and Lumbu Kuning Varieties. Gontor Agrotech Science Journal, 11(02), 182–189. Retrieved from https://agrotech.journal.unida.gontor.ac.id/index.php/gasj/article/view/24