Efektivitas Efektivitas Pemanfaatan Burung Hantu (Tyto alba) Sebagai Predator Alami Hama Tikus Sawah (Rattus argentiventer) Dalam Mendukung Ketahanan Pangan

Effectiveness of Using Owls (Tyto alba) as Natural Predators of Field Rats (Rattus argentiventer) in Supporting Food Security

Authors

  • Nazwa Auralia Adinda Trisyanto Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. DR. Soeparno No.63, Karang Bawang, Grendeng, Kec. Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53122
  • Muhammad Rafif Zahid Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. DR. Soeparno No.63, Karang Bawang, Grendeng, Kec. Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53122
  • Afiq Azzaki Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. DR. Soeparno No.63, Karang Bawang, Grendeng, Kec. Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53122
  • Aldita Arliq Mufada Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. DR. Soeparno No.63, Karang Bawang, Grendeng, Kec. Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53122
  • Loekas Soesanto Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. DR. Soeparno No.63, Karang Bawang, Grendeng, Kec. Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53122

DOI:

https://doi.org/10.21111/agrotech.v12i01.11

Keywords:

Rattus argentiventer, Rubuha, Studi literatur, Tyto alba.

Abstract

Upaya peningkatan produksi padi sering kali terhambat oleh serangan hama tikus sawah (Rattus argentiventer) yang menyebabkan kerusakan signifikan di setiap musim tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemanfaatan burung hantu (Tyto alba) melalui penyediaan Rumah Burung Hantu (Rubuha) dalam menekan populasi tikus sawah secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan menganalisis data sekunder dari jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tyto alba merupakan predator spesialis dengan proporsi tikus dalam dietnya mencapai di atas 90%, di mana satu individu mampu memangsa 1.000 hingga 1.300 ekor tikus per tahun. Implementasi Rubuha yang terstandardisasi mampu menurunkan tingkat kerusakan tanaman dari kategori destruktif (di atas 12%) menjadi tingkat yang dapat ditoleransi (di bawah 2%). Selain itu, metode ini memberikan nilai tambah ekonomi berupa peningkatan hasil panen rata-rata sebesar 1,1 ton per hektar.

References

Afifah, L., Saputro, N. W., & Enri, U. 2024. Implementasi PHT: penggunaan agens biologis burung hantu putih untuk pengendalian hama tikus di Desa Pulomulya Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang. Jurnal Abditani, 7(1): 79–86

Ançay, L., Nicole, S., San-Jose, L. M., & Roulin, A. 2024. Individual and environmental factors influencing preen gland's morphology and physiology in the barn owl Tyto alba. Journal of Avian Biology, 2024(e03247): 1–12.

Aprilia, L., Koesmaryono, Y., & Priyambodo, S. 2024. Potential attack of rice field rat (Rattus argentiventer) on rice crops based on climate factors in Karawang Regency, West Java, Indonesia. JPT: Jurnal Proteksi Tanaman, 8(2): 63–77.

Bontzorlos, V., Cain, S., Leshem, Y., Spiegel, O., Motro, Y., Bloch, I., & Roulin, A. 2024. Barn owls as a nature-based solution for pest control: A multinational initiative around the mediterranean and other regions. Conservation, 4(4): 627–656.

Budi, S., Nirzalin, N., & Wardah, E. 2025. Social Dynamics Model of Farmers' Acceptance and Behaviour in the Implementation of Owl House Innovation (Rubuha) to Control Sustainable Rat Pests. Yuzuncu Yıl University Journal of Agricultural Sciences, 35(4): 603-613.

Carlino, J. E., Chavez, S. D., Echávez, L. M., & Johnson, M. D. 2022. Can Barn Owl (Tyto furcata) Nest Boxes in Winegrape Vineyards Sustain a Population of Barn Owls? In Proceedings of the Vertebrate Pest Conference, 30(30): 1-11.

Fauzana, H., Nelvia, N., Rustam, R., AR, A. E., Susilawati, S., Idwar, I., & Ramadhoni, R. 2024. Pengendalian keong mas padi sawah sebagai kearifan lokal masyarakat di Desa Empat Balai Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar. Buletin Ilmiah Nagari Membangun, 7(1): 86–97.

Gunada, R. R., Priyambodo, S., & Hindayana, D. 2025. Analysis of rice field rat (Rattus argentiventer) attacks after owl (Tyto alba) application in Karawang Regency, West Java. Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering), 14(2): 341–351.

Hasjim, S., Nurlaelita, K., Arubi, D., Dewi, R. R., & Karima, N. L. 2025. Sosialisasi pengendalian OPT untuk penguatan kapasitas petani dalam mengelola hama dan penyakit padi. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 8(4): 1551–1557.

Husein, A. A. A., Solikhin, & Lestari, W. 2017. Kajian jenis dan populasi tikus pada perkebunan nanas di Lampung Tengah. z, 5(2): 90–96.

Murgianto, F., Edyson, Putra, S. K., & Ardiyanto, A. 2022. Role of The Barn Owl Tyto alba javanica as a Biological Agent For Rat Pest Control in The Oil Palm Plantation of Bumitama Agri Ltd. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 985(1): 1-7.

Nurjanah, N., Sach, G. A., & Wachdijono, W. 2025. The Effect Of Using Owl Houses on Reducing Rattus Argentiventer and Its Impact on Increasing Rice Production. Journal of World Science, 4(8): 1110-1121.

Oktaviani, V., Maruddani, B., & Iqbal, M. W. 2024. Simulasi sistem kontrol berbasis IoT untuk monitoring dan pengusiran hama tikus di lahan pertanian. Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika, 7(2): 73–79.

Pariyanto, P. & Sulaiman, S. 2021. Studi populasi tikus sawah (Rattus argentiventer) di areal persawahan Desa Sukabumi. Jurnal Kependidikan Universitas Muhammadiyah Bengkulu, 3(1): 45–52.

Primadani, D. K., Istiaji, B., Priyambodo, S., et al. 2020. Potensi pemanfaatan burung hantu sebagai pengendalian tikus sawah di Desa Bener Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 2(2): 280–285.

Pusparini, M. D. & Suratha, I. K. 2018. Efektivitas pengendalian hama tikus pada tanaman pertanian dengan pemanfaatan burung hantu di Desa Wringinrejo Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 6(2): 54–63.

Putra, B. G. & Arjunet, R. T. 2019. Teknologi geospatial untuk investigasi penyerangan Rattus argentiventer sebagai upaya mitigasi lahan pertanian. Jurnal Swarnabhumi: Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi, 4(2): 108–114.

Putri, F. D., Churiyah, M., Prayogo, I., & Harimurti, K. 2020. Strategi penekanan populasi tikus dengan RUBUHA (Rumah Burung Hantu) di persawahan Desa Plumpang Lamongan. Abditani: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2): 74–79.

Rahman, M. 2025. Kajian analisis pengendalian tikus sawah pada tanaman padi. Journal of Agriculture and Animal Science, 7(1): 33–41.

Saputra, B. A. H., Sartiami, D., Wiyono, S., Nurmansyah, A., & Priyambodo, S. 2023. Daily captured pattern of rice field rat using trap barrier system application in fallow land. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 27(1): 26-33.

Saufi, S., Ravindran, S., Hamid, N. H., Zainal Abidin, C. M. R., Ahmad, H., Ahmad, A. H., & Salim, H. 2020. Diet composition of introduced barn owls (Tyto alba javanica) in urban area in comparison with agriculture settings. Journal of Urban Ecology, 6(1): 1–8.

Siregar, H. M., Priyambodo, S., & Hindayana, D. 2020. Preferensi serangan tikus sawah (Rattus argentiventer) terhadap tanaman padi. Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 13(1): 16–21.

Sudarmaji, S., Pustika, A. B., Yolanda, K., Pujiastuti, E., Martini, T., & Stuart, A. 2021. The occupancy of barn owl in the artificial nest box to control rice field rat in Yogyakarta Indonesia. Planta Tropika, 9(2): 116–125.

Tuti, H. K., Sepe, M., Romadhan, P., Rido, M., & Putripertiwi, D. 2025. Edukasi partisipatif pengendalian hama tikus di lahan persawahan Kecamatan Tamban Catur Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah. BAKIRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2): 204–213.

Wardah, E., Budi, S., & Lukman. 2023. Pemberdayaan petani padi sawah melalui pemanfaatan burung hantu (Tyto alba) untuk pengendalian hama tikus (Rattus argentiventer) di Gampong Pulo Iboh Kecamatan Kuta Makmur. Jurnal Solusi Masyarakat Dikara, 3(1): 12–16

Muhdar, F., Fhitra, F., Safrial, S., Fatmawati, F., Amelia, R., & Nurlina, N. (2025). Pengenalan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman padi dan jagung di Desa Tacipong. RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua, 3(1), 1-7.

Hartono, R. (2017). Imventarisasi teknologi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dan implementasi pengendalian hama terpadu (HPT) pada tanaman padi di Bogor Jawa Barat. Jurnal Triton, 8(1), 12-27.

Anggarawati, S., & Rizki, F. H. 2023. Persepsi petani terhadap burung kuntul kerbau (Bubulcus ibis) sebagai predator alami di kawasan persawahan Pulau Dua, Teluk Banten. AGRIFITIA: Journal of Agribusiness Plantation, 3(2), 72-81.

Raidar, U., Ramadhan, F., Nufus, N. R. K., Supriyatna, M. R., Pesema, E. A., Nabila, Z., & Safitri, A. 2023. Penyuluhan pertanian pengendalian hama tikus dan pembuatan biosaka sebagai upaya mendukung sistem pertanian berkelanjutan di pekon banjarmasin. BUGUH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 112-117.

Wardani, A., Yudha, A. W., Justicianov, K. P., Doa, L. N., Hakim, M. A., Azriel, M. F. F., ... & Luthfiany, S. F. 2024. Pengendalian Hama Tikus Sawah di Desa Gatak untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan. JGEN: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 281-288

Downloads

Submitted

2026-04-15

Accepted

2026-06-14

Published

2026-07-11

How to Cite

Nazwa Auralia Adinda Trisyanto, Muhammad Rafif Zahid, Afiq Azzaki, Aldita Arliq Mufada, & Loekas Soesanto. (2026). Efektivitas Efektivitas Pemanfaatan Burung Hantu (Tyto alba) Sebagai Predator Alami Hama Tikus Sawah (Rattus argentiventer) Dalam Mendukung Ketahanan Pangan: Effectiveness of Using Owls (Tyto alba) as Natural Predators of Field Rats (Rattus argentiventer) in Supporting Food Security. Gontor Agrotech Science Journal, 12(01). https://doi.org/10.21111/agrotech.v12i01.11

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.